NGAWI – Menyambut satu abad (100 tahun) usia Nahdlatul Ulama (NU) dalam penanggalan Masehi, Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Ngawi menggelar acara syukuran Lailatul Ijtima’ di Gedung PCNU setempat, Sabtu (31/1/2026).

Ketua PCNU Kabupaten Ngawi, Haji Rudi Triwachid, menyatakan momentum ini merupakan refleksi sekaligus muhasabah.
“Ini saatnya kita merefleksikan kembali khidmah NU selama seabad, menjaga persatuan, dan menebar rahmat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan rasa takjub atas eksistensi NU yang tetap besar dan solid meski melewati berbagai dinamika.
“Ada sesuatu yang menjadikan NU seperti ini, yang menjadikan saya gemetar. Organisasi ini ada karomah dan keramatnya yang luar biasa,” tuturnya.
Namun, di balik kebanggaan itu, ia mengingatkan pentingnya introspeksi bagi seluruh pengurus.
“Perayaan ini harus diisi dengan muhasabah. Apabila kita tak bisa memberikan sumbangsih besar, paling tidak jaga moral dan diri masing-masing,” tegasnya.
Selain momen evaluasi, Rudi menekankan peran NU sebagai pilar moderasi (wasathiyah) dan solusi masalah sosial.
“Di abad kedua ini, NU harus semakin adaptif tanpa kehilangan jati diri, terus menjadi pelopor moderasi dan kontributor nyata bagi bangsa,” paparnya.

Acara yang diikuti segenap pengurus, lembaga, dan badan otonom NU ini diawali dengan istighosah dan doa bersama. Dalam perjalanannya, NU telah mencapai usia 103 tahun berdasarkan penanggalan Hijriyah, yang menjadi pengingat akan tanggung jawab besar untuk terus menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
