NGAWI – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Muslimat NU Ranting Jambangan menggelar kegiatan Tahlil Akbar Ruwahan pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari tradisi bulan Sya’ban atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Ruwah.
Bulan Sya’ban merupakan bulan yang memiliki keistimewaan karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadan. Dalam ajaran Islam, bulan ini diyakini sebagai waktu diangkatnya amal perbuatan manusia selama satu tahun. Rasulullah SAW juga menjadikan Sya’ban sebagai bulan favorit untuk melaksanakan puasa sunah, serta momen penting untuk memperbanyak selawat dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan, khususnya pada malam Nisfu Sya’ban yang dikenal penuh ampunan.
Kegiatan Tahlil Akbar yang digelar Muslimat NU Ranting Jambangan telah menjadi agenda rutin setiap bulan Sya’ban. Tahlil dilakukan secara bersama-sama sebagai bentuk ikhtiar mengirimkan doa kepada para leluhur dan keluarga yang telah meninggal dunia.
Kegiatan ini berawal dari kepedulian Muslimat NU terhadap masyarakat yang kurang mampu untuk melaksanakan tradisi kirim doa atau kenduri secara adat. Melalui tahlil bersama, peserta cukup berinfak Rp2.000 untuk setiap arwah yang didoakan.
Ketua Muslimat NU Kabupaten Ngawi, Hj. Malikah, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut karena dinilai memiliki nilai sosial dan spiritual yang kuat. Hingga kini, Tahlil Akbar Ruwahan tetap dilaksanakan secara rutin setiap bulan Sya’ban.
“Kami mempersilakan siapa saja untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini terbuka untuk umum,” ujar Ketua Muslimat NU Ranting Jambangan, Hj. Farida.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat pada pelaksanaan tahun ini cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Desa Jambangan, tetapi juga dari sejumlah desa di sekitar Kecamatan Paron. (TM/ZH)
