السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلحَمدُلِله الَّذِى هَدَانَالِهٰذَاوَمَاكُنَّالِنَهْتَدِىَ لَوْلَااَنْ هَدٰنَااللهُ. نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتُغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِاَنْفُسِنَاوَمِنْ سَيِّاٰتِ اَعْمَالِنَا،
أَشْهَدُأَنْﻻَٓإِلٰهَ إِﻻّﷲْاَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ
وَأَشهَدُأَنّ مُحَمَّدًاعَبْدَهُ وَرَسُوْلَهُ أَلمَبْعُوْثُ رَحْمَةًلِلْعٰلَمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحٰبِهِ اَجْمَعِيْنَ
.اَ̒مابَعدُ؛
فَيَاعِبَادَﷲِاُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوٰىﷲِفَقَدْفَازَالْمُتَّقُوْنَ
::وَقَدقَالَﷲُتَعَالٰى فِي الْقُراٰنِ الْكَرِيْمِ
.إِنَّ ٱلۡمُتّقِيْنَ فِیْ مَقَامٍ أَمِينࣲ، فِی جَنَّـٰتࣲ وَعُیُونࣲ ، یَلۡبَسُونَ مِن سُندُسࣲ وَإِسۡتَبۡرَقࣲ مُّتَقَـٰبِلِینَ
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati Alloh SWT.
Marilah kita belajar Taqwa yakni ;
اِمْتِثَالُ اَوَامِرِاللهِ،وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ ظَاهِرًاوَبَاطِنًامَعَ اسْتِشْعَارِالتَّعْظِيْمِ اللهِ، اَلْهَيْبَة وَالْخَشْيَة وَالرَّهْبَة مِنَ الله
Berusaha kuat untuk melaksanakan perintah-perintah Alloh, menjauhi larangan-larangan-Nya secara lahir maupun batin seraya berusaha merasakan keagungan Alloh yang ditimbulkan dari kewibawaan Alloh, rasa takut kepada Alloh, juga takut yang mendalam sebab selalu ingat terhadap siksa-Nya.
Hadirin Rokhimakumulloh.
Kita bersyukur kepada Alloh yang telah memanjangkan umur kita sehingga detik ini kita berada di bulan mulia ; Ramadhan 1447 H. Hadirin, kita berusaha menjalani puasa dengan ilmu, baik secara lahir maupun batin. Firman Alloh ;
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَیۡكُمُ ٱلصِّیَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِینَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ
[QS. Al-Baqarah: 183]
Diperintahnya puasa adalah dengan tujuan mulia yakni ; muttaqiin, agar menjadi pribadi yang bertaqwa ; pribadi yang tidak cinta dunia.
Hadirin rohimakumulloh, taqwa adalah ilmunya hati yang menggerakkan seluruh bagian jiwa dan raga manusia sehingga dengan hati yang taqwa terciptalah pribadi manusia yang berjalan bergerak sesuai kriteria ketaqwaan, yaitu ;
اِمْتِثَالُ اَوَامِرِاللهِ،وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ ظَاهِرًاوَبَاطِنًا
Menjalani perintah Alloh, menjauhi yang dilarang, baik secara lahir dan batin. Sehingga menjadi pribadi yang cinta Alloh, cinta akhirat bukan cinta isinya dunia.
Hadirin,
Kita berusaha ingat, Alloh hendak memberi ilmu batin melalui ibadah lahir. Puasa adalah ritual lahir hasilnya adalah taqwa, yaitu ilmu batin. Dua hal yang selalu kita jumpai didalam ritual ritual syari’at yang lain misalnya wudhu. Wudhu lahir maka Alloh hendak membersihkan kotor dihati ; riya’, hasud, sombong, dengki, jengkel, dan lainnya. Dzikir dimulut maka mengajari dzikir dihati. Bicara buruk maka mengakibatkan busuknya hati.
Hadirin,
Puasa hendaknya kita arahkan sampai kehati. Secara lahir tidak makan tidak minum tidak hubungan suami istri disiangnya Ramadhan maka kita hadirkan hati untuk selalu berusaha mengagungkan Alloh. Secara lahir kita puasakan lisan dari menggunjing, melecehkan, bicara kotor, umpatan, cacian, bicara porno, menipu, dusta, hingga seluruh panca indria kita arahkan untuk yang baik.
Sabda Rosululloh;
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ حَظٌّ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّاالْجُوْعُ وَالْعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga”.
Sebab puasanya hanya sebatas lingkup lahir.
وَهُوَ ٱللَّهُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ يَعۡلَمُ سِرَّكُمۡ وَجَهۡرَكُمۡ وَيَعۡلَمُ مَا تَكۡسِبُونَ
[Surat Al-An’am: 3]
Dan Dia-lah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui sirrimu dan (mengetahui) apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
Kita manfaatkan pemahaman mendalam dari Maha Tahunya Alloh terhadap isi hati manusia dengan berusaha terus menerus memperhatikan hati. Hati, kita upayakan untuk terus sadar terhadap Maha Agungnya Alloh. Demikian juga dengan puasa ini maka kita berusaha kuat untuk selalu ingat Alloh yang kuasa menjadikan kita berpuasa yang dengannya kita hendak
dijadikan manusia yang bertaqwa. Kita berusaha meraih taqwa dengan memperbaiki ibadah puasa ini dengan puasa batin yakni tidak mengingat apapun siapapun kecuali hanya Alloh. Tidak mengagungkan apapun siapapun kecuali Alloh.
يَا عَلِيُّ، مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَاجْتَنَبَ الْحَرَامَ فِيْهِ وَالْبُهْتَانَ رَضِيَ عَنْهُ الرَّحْمَنُ وَأَوْجَبَ لَهُ الْجِنَانَ
Wahai ‘Ali, barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, menjauhi hal-hal yang haram dan fitnah, maka Allah ridha kepadanya dan berhak baginya surga.
[Kitab Washiyatul Musthofa]
Hendaknya kita tingkatkan kualitas puasa kita seperti puasanya oran-orang khusus.
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِی عَنِّی فَإِنِّی قَرِیبٌۖ أُجِیبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡیَسۡتَجِیبُوا۟ لِی وَلۡیُؤۡمِنُوا۟ بِی لَعَلَّهُمۡ یَرۡشُدُونَ
باَرَكَُﷲُلِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُراٰنِ الْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْ وَاِيّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اﻻٰيَاتِ وَذِكْرِالْحَكِيْمِ،وَتَقَبَّلَﷲُمِنَّاوَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ
وَاَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَاوَاَسْتَغْفِرُﷲَلِىْ وَلَكُمْ اِنّهُ هُوَالغَفُوْرُالرّحِيْمُ
KHUTBAH KE-2
اَلحَمدُِلله نَحمَدُهُ وَنَستَعِينُهُ وَنَستَغفِرُهُ وَنَعُوذُبِالله مِنْ شُرُوْرِاَنفُسِنَاوَمِنْ سَيِّأتِ اَعمَالِنَامَنْ يَهدِهِﷲُفَلاَ مُضِ̒لَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
اَشهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّاﷲُوَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
اَللّهمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمّدٍوَاٰلِه وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ
اَمَّابَعدُهُ؛
وَقَالَ الله تعالى ؛ اعوذبالله من الشيطان الرجيم ؛
?یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ اِلَّاوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
اِعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍبَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنّٰى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالٰى :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤئِكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیْماً
اَللهُمّ اغْفِرْلِلمُسلِمِيْنَ وَالٌمُسْلِماتِ وَالمُؤمِنِينَ وَالمُؤمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِمِنْهُمْ وَالْاَموَاتِ
اللّهُمَّ اغْفِرْلَنَاوَارْحَمْنَاوَاهْدِنَااِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ
اَللّٰهُمَّ اَعِزّاﻻِسْلاَمَ واَلْمُسلِمِينَ وَاَذِلَّ الشِّركَ وَالمُشرِكِينَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْاَعْدَاءَالدِّيْنَ
رَبَّنَااٰتِنَافِي الدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِي الْاٰخِرَةِحَسَةًوَقِنَاعَذَابَ النَّارِ
وَالحَمدُلله رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَِﷲاِنَّﷲَ يَأمُرُنَا بِالعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِي القُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ
الفَحْشَاءِوَالمًنْكَرِوَلَذِكرُﷲِاَكبَرُ
Ditulis oleh : Ust. Ahmad Anam, CHt. – Ketua Lembaga Dakwah PCNU Ngawi
