السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلحَمدُلِله الَّذِى هَدَانَالِهٰذَاوَمَاكُنَّالِنَهْتَدِىَ لَوْلَااَنْ هَدٰنَااللهُ
. نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتُغْفِرُهُ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْ شُرُوْرِاَنْفُسِنَاوَمِنْ سَيِّاٰتِ اَعْمَالِنَا،
أَشْهَدُأَنْﻻَٓإِلٰهَ إِﻻّﷲْاَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ
وَأَشهَدُأَنّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَلمَبْعُوْثُ رَحْمَةًلِلْعٰلَمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحٰبِهِ اَجْمَعِيْنَ
.اَ̒مابَعدُ؛
فَيَاعِبَادَﷲِاُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوٰىﷲِفَقَدْفَازَالْمُتَّقُوْنَ
::وَقَدقَالَﷲُتَعَالٰى فِي الْقُراٰنِ الْكَرِيْمِ
.إِنَّ ٱلۡمُتّقِيْنَ فِیْ مَقَامٍ أَمِينࣲ، فِی جَنَّـٰتࣲ وَعُیُونࣲ
، یَلۡبَسُونَ مِن سُندُسࣲ وَإِسۡتَبۡرَقࣲ مُّتَقَـٰبِلِینَ.
Hadirin Sidang Jum’at yang dirahmati Alloh SWT.
Marilah kita belajar Taqwa, yakni ;
اِمْتِثَالُ اَوَامِرِاللهِ،وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ ظَاهِرًاوَبَاطِنًامَعَ
اسْتِشْعَارِالتَّعْظِيْمِ اللهِ، اَلْهَيْبَة وَالْخَشْيَة وَالرَّهْبَة مِنَ الله
Berusaha kuat untuk melaksanakan perintah-perintah Alloh, menjauhi larangan-larangan-Nya secara lahir maupun batin seraya berusaha merasakan keagungan Alloh yang ditimbulkan dari kewibawaan Alloh, rasa takut kepada Alloh, juga takut yang mendalam sebab selalu ingat terhadap siksa-Nya.
Hadirin Rokhimakumulloh.
Alloh SWT berfirman ;
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَیۡءࣲ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصࣲ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَ ٰلِ
وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَ ٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِینَ
[QS. Al-Baqarah : 155]
“Dan sungguh benar-benar akan kami uji kalian dengan sesuatu; (yakni) rasa takut, dan rasa lapar, dan kekurangan harta, dan berkurangnya jiwa, dan buah-buahan, dan gembirakanlah orang-orang yang sabar”.
Pasti ! Tidak mungkin tidak hidup didunia ini siapapun orangnya akan diuji oleh Sang Pencipta Alam seisinya, Alloh SWT. Ujian pasti datang dan Alloh pasti sudah memberi jawabannya untuk dipraktekkan.
Sedikit rasa takut, sedikit rasa lapar, sedikit berkekurangan harta, sedikit berkurangnya jiwa yaitu ; usia berkurang, kekuatan fisik berkurang, menyusutnya daya nalar dan daya ingat, kematian, sedikit berkurangnya hasil panen dalam bercocok tanam, adalah sederetan bentuk ujian yang pasti dari Alloh.
Soal-soal ujian itu harus kita jawab dengan benar. Jawabannya sudah tersedia dan pasti benar tidak mungkin salah yaitu diakhir ayat : وَبَشِّرِالصَّابِرِيْنَ ; dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Maka kita selalu berusaha belajar sabar dalam segala aspek kehidupan ini, sebab sabar saja sudah kebaikan yang disukai Alloh SWT. Ulama’ mengatakan sabar adalah GIGIH.
Imam Al Ghozali mengatakan 3 bentuk sabar : (1). Sabar atau Gigih dalam taat. (2). Sabar atau Gigih dalam menghadapi musibah. (3). Sabar atau Gigih dalam menjauhi perbuatan dosa/ma’siyat.
Hadirin rohimakumulloh,
Orang-orang yang sabar itu selalu mengucapkan dilisannya sampai ke hati ;
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاۤ إِلَیۡهِ رَ ٰجِعُونَ
“Sungguh kami adalah milik Alloh dan sungguh kepada Alloh kami akan kembali”.
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
ٱلَّذِینَ إِذَاۤ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِیبَةࣱ قَالُوۤا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاۤ إِلَیۡهِ رَ ٰجِعُونَ
[QS. Al-Baqarah: 156]
Istirja’ dengan makna mengembalikan segala urusan hanya kepada Alloh. Berusaha sadar bahwa diri dan urusannya adalah milik dan dari Alloh. Mukmin meyakini dirinya diciptakan Alloh, dipelihara oleh Alloh, diasuh oleh Alloh, juga ujian dijadikan oleh Alloh, urusan juga dijadikan oleh Alloh, kebutuhan juga dijadikan oleh Alloh. Sudah sewajarnya dengan berkesadaran murni, mengembalikan segala urusan dan dirinya hanya kepada Alloh.
Puasa dibulan Ramadhan ini juga penuh ujian ; lapar, haus, psikologis yang terkadang tidak menentu, gangguan-gangguan yang datangnya dari luar diri, semua itu benar-benar Alloh hendak menuntun lisan dan batin kita untuk menjawabnya dengan SABAR dan ISTIRJA’.
Sabda Rosululloh;
اِنَّ عِظَمِ الْجَزَاءِمَعَ عِظَمِ الْبَلَاءِ وَاِنَّ اللّٰهَ تَعَالٰى اِذَااَحَبَّ
قَوْمًااِبْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
“Sungguh besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian, dan Alloh SWT ketika sayang pada suatu kaum maka akan mengujinya, maka siapa saja yang ridho terhadap ujian maka baginya ridho Alloh, dan siapa saja yang benci terhadap yang diujikan maka baginya murka Alloh”.
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
أُو۟لَـٰۤىِٕكَ عَلَیۡهِمۡ صَلَوَ ٰتࣱ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةࣱۖ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ
[QS. Al-Baqarah : 157]
Alloh SWT memberi keberkahan dan ampunan, rahmat, serta bimbingan, bagi orang-orang yang memiliki kesadaran terhadap Maha Kuasanya Alloh memberi
ujian, dan Maha Kuasanya Alloh memberikan jawaban terhadap ujian itu. Kita selalu praktekkan untuk menyempurnakan ujian dari Alloh dengan memohon bimbingan dari Alloh.
Kita mencontoh Nabi Ibrohim yang ketika diuji oleh Alloh selalu berusaha menuntaskan ujian ;
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
وَإِذِ ٱبۡتَلَىٰۤ إِبۡرَ ٰهِـۧمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَـٰتࣲ فَأَتَمَّهُنَّۖ قَالَ إِنِّی جَاعِلُكَ
لِلنَّاسِ إِمَامࣰاۖ قَالَ وَمِن ذُرِّیَّتِیۖ قَالَ لَا یَنَالُ عَهۡدِی ٱلظَّـٰلِمِینَ
[QS. Al-Baqarah : 124]
Menyempurnakan ujian dengan benar sesuai petunjuk dari Alloh, untuk kemudian Alloh memulyakan kedudukannya diantara semua makhluk.
Kita juga mencontoh Nabi Yusuf yang menjawab semua ujiannya dengan TAQWA dan SABAR, semenjak usia kecil hingga diangkat derajatnya didunia menjadi Bendaharawan Negara Mesir juga sekaligus menjadi Nabi.
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
قَالُوۤا۟ أَءِنَّكَ لَأَنتَ یُوسُفُۖ قَالَ أَنَا۠ یُوسُفُ وَهَـٰذَاۤ أَخِیۖ قَدۡ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّهُۥ مَن یَتَّقِ وَیَصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا یُضِیعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ
[QS. Yusuf : 90]
“Berkata (para saudara Yusuf), benarkah engkau ini Yusuf ?, Menjawab (Yusuf), Aku adalah Yusuf dan ini adalah saudaraku (Bunyamin). Telah benar-benar Alloh melimpahkan karunia-Nya kepada kami. Sungguh siapa saja yang bertaqwa dan ber-SABAR, maka sungguh Alloh tidak menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik.
اَعُوْذُبِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِی عَنِّی فَإِنِّی قَرِیبٌۖ أُجِیبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡیَسۡتَجِیبُوا۟ لِی وَلۡیُؤۡمِنُوا۟ بِی لَعَلَّهُمۡ یَرۡشُدُونَ
باَرَكَُﷲُلِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُراٰنِ الْعَظِيْمِ،وَنَفَعَنِيْ وَاِيّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اﻻٰيَاتِ وَذِكْرِالْحَكِيْمِ،وَتَقَبَّلَﷲُمِنَّاوَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ
وَاَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَاوَاَسْتَغْفِرُﷲَلِىْ وَلَكُمْ اِنّهُ هُوَالغَفُوْرُالرّحِيْمُ
KHUTBAH KE-2
اَلحَمدُِلله نَحمَدُهُ وَنَستَعِينُهُ وَنَستَغفِرُهُ وَنَعُوذُبِالله مِنْ شُرُوْرِاَنفُسِنَاوَ
مِنْ سَيِّأتِ اَعمَالِنَامَنْ يَهدِهِﷲُ فَلاَ مُضِ̒لَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
اَشهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّاﷲُوَاَشْهَدُاَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
اَللّهمَّ صَلِّ وَسَلِّم عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمّدٍوَاٰلِه وَصَحبِهِ اَجمَعِينَ
اَمَّابَعدُهُ؛
فَيَاعِبَادَﷲِاُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقوٰىﷲِفَقَدْفَازَالمُتَّقُوْنَ.
وَقَالَ الله تعالى ؛ اعوذبالله من الشيطان الرجيم ؛
?یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ اِلَّاوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
اِعْلَمُوْااَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍبَدَأَفِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنّٰى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالٰى :
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَـٰۤئِكَتَهُۥ یُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِیِّۚ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَیۡهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیْماً
اَللهُمّ اغْفِرْلِلمُسلِمِيْنَ وَالٌمُسْلِماتِ وَالمُؤمِنِينَ وَالمُؤمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِمِنْهُمْ وَالْاَموَاتِ
اللّهُمَّ اغْفِرْلَنَاوَارْحَمْنَاوَاهْدِنَااِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُالرَّحِيْمُ
اَللّٰهُمَّ اَعِزّاﻻِسْلاَمَ واَلْمُسلِمِينَ وَاَذِلَّ الشِّركَ وَالمُشرِكِينَ
وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْاَعْدَاءَالدِّيْنَ
رَبَّنَااٰتِنَافِي الدُّنْيَاحَسَنَةًوَفِي الْاٰخِرَةِحَسَةًوَقِنَاعَذَابَ النَّارِ
وَالحَمدُلله رَبِّ الْعَالَمِينَ
عِبَادَِﷲاِنَّﷲَيَأمُرُنَا بِالعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِذِي القُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ
الفَحْشَاءِوَالمًنْكَرِوَلَذِكرُﷲِاَكبَرُ
Ditulis oleh ;
Ust. Ahmad Anam, CHt. – Ketua Lembaga Dakwah PCNU Ngawi
