
Kegiatan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKP NU) Majelis Wakil Cabang (MWC) Karanganyar Kabupaten Ngawi yang diselenggarakan oleh MWC NU Karanganyar berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Acara ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai ke-NU-an dan kebangsaan.
Sejak pembukaan, para peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Ranting tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. PD-PKP ini dirancang tidak hanya sebagai forum pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan militansi kader. Materi yang disampaikan meliputi ke-NU-an, Aswaja, kepemimpinan, hingga wawasan kebangsaan, yang semuanya dikemas secara sistematis oleh para narasumber berpengalaman.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi H. Rudi Tri Wachid. Dalam sambutannya H. Rudi menegaskan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan perdana pasca diberlakukannya moratorium, karenanya beliau berpesan kepada peserta secara khusus dan kepada semua kader-kader NU se-Ngawi untuk senantiasa menjaga ghirah (semangat) dan ketulusan dalam mengabdikan diri dan melayani umat di tengah-tengah masyarakat, tegasnya.
Ketua MWC NU Karanganyar Kyai Ahmad Arif Supriyono dalam sambutannya menegaskan bahwa kaderisasi merupakan jantung organisasi. Ia berharap melalui PD-PKP NU ini, lahir kader-kader yang tidak hanya memahami ajaran Nahdlatul Ulama secara mendalam, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok (rihlah), simulasi kepemimpinan, dan refleksi bersama yang memperkuat rasa solidaritas antar peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa saat para peserta saling berbagi pengalaman dan pandangan mengenai tantangan organisasi di tingkat lokal.
Setelah melalui kegiatan selama 3 hari Kegiatan PD-PKP NU ini ditutup dengan harapan besar agar para peserta dapat menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing. Dengan bekal ilmu dan semangat yang telah diperoleh, mereka diharapkan mampu menjaga tradisi, menguatkan organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Alif Mustajab, salah satu peserta menyampaiakan rasa harunya setelah mengikuti seluruh rangkaian diklat hingga selesainya dan dibaiat. “Semoga Alloh ridho dan nanti kulo saget didaku santrinipun mbah yai Hasyim Asyari kang” (Semoga Allah meridhoi dan nanti saya bisa diakui santri KH Hasyim Asyari) imbuhnya haru.
Melalui kegiatan ini, MWC NU Karanganyar menunjukkan komitmennya dalam mencetak kader-kader berkualitas yang siap melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama di masa depan.
