
Ngawi – NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi berkolaborasi dengan KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) Jabal Noor Ngawi resmi meluncurkan program pengelolaan Dam Haji Tamattu’ 2026 di dalam negeri sebagai wujud optimalisasi nilai sosial ibadah haji. Dam Haji Tamattu’ sendiri merupakan denda atau tebusan wajib berupa penyembelihan hewan ternak atau mengganti dengan puasa 10 hari (3 hari di Tanah Suci dan 7 hari di kampung halaman) bagi jemaah haji yang memilih untuk mendahului ibadah umrah daripada ibadah haji utama (haji tamattu’). Melalui program ini, pemenuhan kewajiban syariat jemaah di Tanah Suci dikonversikan menjadi bantuan pangan nyata guna memperluas manfaat sosial bagi masyarakat yang membutuhkan di tanah air.
Sebagai langkah awal di tahun 2026, program ini menyasar wilayah Zona 1 di Kabupaten Ngawi yang mencakup tiga kecamatan, yakni Widodaren, Mantingan, dan Karanganyar. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan tata kelola dam haji berjalan secara tertib, transparan, amanah, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan para mustahiq di Kabupaten Ngawi.

Tepat pada Minggu (31/05/2026), prosesi penyembelihan hewan dam berpusat di lingkungan MWCNU Widodaren, tepatnya di Dusun Kedungprahu RT 05 RW 01, Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Sebanyak 46 ekor kambing yang sah secara syariat disembelih oleh panitia berdasarkan amanah dari para jemaah haji yang memercayakan pemotongannya di tanah air.
Pasca-penyembelihan, seluruh paket daging dam langsung didistribusikan secara merata kepada masyarakat yang berhak (mustahiq) di Kecamatan Widodaren, Mantingan, dan Karanganyar. Distribusi cepat ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga sekaligus mengalirkan keberkahan spiritual dari ibadah yang sedang ditunaikan para jemaah di Baitullah.
Ketua NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi, Kyai Hasyim, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban dam bagi jamaah haji tamattu’, tetapi juga menjadi wujud kepedulian sosial serta penguatan solidaritas umat melalui pendistribusian daging kepada masyarakat yang membutuhkan. Beliau menambahkan, aksi di Zona 1 ini akan menjadi pemantik bagi pelaksanaan Dam Haji Tamattu’ 2026 di zona-zona berikutnya yang bakal dikelola secara profesional dan akuntabel.
“Sinergi antara NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi dan KBIHU Jabal Noor Ngawi ini diharapkan mampu mentransformasikan ibadah personal menjadi kemaslahatan sosial yang luas, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Ngawi ini.”

Demi menjaga keabsahan dan kelancaran acara, agenda ini turut dikawal dan dihadiri oleh berbagai elemen penting. Tampak hadir di lokasi di antaranya perwakilan dari Kementerian Haji (Kemenhaj), Dokter hewan untuk memastikan kesehatan hewan dam, tokoh agama, tokoh masyarakat setempat, serta jajaran pengurus NU Care-LAZISNU PCNU Ngawi.
