
Dalam waktu yang bersamaan Sabtu 24 Januari 2026 M atau bertepatan dengan 5 Sya’ban 1447 hijriyyah, Dua Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU Ngawi, MWC NU Sine-red) melaksanakan Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (NU).
Acara digelar dengan khidmat dan penuh semangat. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), Pengurus Ranting NU se-kecamatan, badan otonom, kader, serta tokoh masyarakat dan para kiai di masing-masing MWC NU setempat. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Tahlil untuk para Muassis, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan, serta sambutan dari panitia dan tokoh NU.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU yang dalam hal ini diwakili oleh Syamsul Wathoni, SH., MH. wakil ketua Bidang Organisasi menyampaikan bahwa Konferensi Majelis Wakil Cabang bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen keummatan dan memperteguh semangat khidmat kepada masyarakat.

“Melalui Konferensi Majelis Wakil Cabang ini, kita meneguhkan kembali semangat khidmah Nahdliyah, mengokohkan peran NU dalam membina umat, dan memperkuat sinergi dengan lembaga serta banom untuk kemaslahatan bersama,”ujarnya.
Selain pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus masa khidmat sebelumnya, forum juga diisi dengan sidang-sidang pleno yang membahas program kerja strategis NU di tingkat ranting, seperti penguatan kaderisasi, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan dakwah digital.

Hasil Konferensi MWC NU Ngawi menghasilkan KH. A. Ghozali Noor sebagai Syuriyah dan H. Helmi Abidin, S.H.I, M.H Sebagai Ketua Tanfidziyah. Sedangkan pada Konferensi MWC NU Sine menghasilkan Kyai Mukayani sebagai Syuriyah dan Muqrobin Sebagai Ketua Tanfidziyah.
“Keterwakilan dua segmen lokasi MWC ini menjadi perwakilan tipologi wilayah geografis yang sama-sama memiliki karakteristik dalam hal kaderisasi.” imbuh Syamsul Wathoni lagi.
“Tantangan yang berbeda tentunya memerlukan solusi penyelesaian yang berbeda pula, dan sebagai kader Nahdlatul Ulama harus siap ditempatkan dalam posisi apapun lahir dan batin.” imbuh Kyai Marno dengan nada lantang yang juga turut membersamai Konferensi MWC NU Sine.
Konferensi Majelis Wakil Cabang ditutup dengan doa bersama untuk kejayaan NU dan kemaslahatan bangsa. Para peserta meninggalkan lokasi dengan semangat baru untuk terus berkhidmat di jalan Ahlussunnah wal Jamaah.
SA/LTN
