
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلحَمدُللهِ الَّذي اَنْزَلَ الْقُرْاٰنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ، نَذِيْرًاوَبَشِيْرًالِّلنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ
أَشْهَدُأَنْﻻَٓإِلٰهَ إِﻻّﷲُاَلْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ
وَأَشهَدُأَنَّ مُحَمَّدًاأَلمَبْعُوْثُ رَحْمَةًلِلْعٰلَمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحٰبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
اَمَّابَعْدُ ؛ِ
اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ؛
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡیَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِیضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرࣲ فَعِدَّةࣱ مِّنۡ أَیَّامٍ أُخَرَۗ یُرِیدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡیُسۡرَ وَلَا یُرِیدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُوا۟ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟
ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ .
Hadirin, marilah kita belajar taqwa kepada Alloh SWT. Melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Alloh SWT dengan sebenarnya. Kita terus belajar perihal hukum-hukum-Nya.
Puasa Ramadhan sudah sepuluh hari kedua dan kita tetap berusaha konsisten melaksanakan dan menjaga kualitas puasa sebaik pemahaman ilmu yang kita pahami. Mudah-mudahan kita dijadikan golongan orang-orang taqwa.
Hadirin rohimakumulloh.
Bulan dimana pertama kali diturunkan Al-Qur’an adalah bulan Ramadhan. Maka kita berusaha ingat bahwa bulan ini adalah bulan Al-Qur’an.
شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِیۤ أُنزِلَ فِیهِ ٱلۡقُرۡءَانُ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) diturunkan didalamnya Al-Qur’an”.
[QS. Al Baqoroh : 185]
Kita peringati Bulan Ramadhan sebagai bulan “Nuzulul Qur’an”, dan kita yakini bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Alloh SWT, bukan buatan Nabi Muhammad SAW. Kita peringati 17 Ramadhan sebagai hari Nuzulul Qur’an.
Keterangan mengenai nuzulul qur’an dibulan Ramadhan diperjelas oleh Alloh SWT didalam Surat Al-Qodar ;
بِّسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ فِی لَیۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ
“Sungguh kami telah menurunkan Al-
Qur’an pada (waktu) lailatul qodar (malam kemulyaan)”
[QS. Al-Qadar : 1]
هُدࣰى لِّلنَّاسِ وَبَیِّنَـٰتࣲ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ
[QS. Al Baqoroh : 185]
“Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk (itu) dan Al-Furqon (pembeda)”Maka kita tidak ragu Al-Qur’an sebagai pedoman.Kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup selama didunia yakni dengan melaksanakan hukum-hukum-Nya yang dijelaskan didalam Al-Qur’an.
Kita tidak ragu sama sekali kepada Al-Qur’an. Hal ini sebagai landasan awal berfikir bahwa Al-Qur’an itu start (mulainya) dari kepastian bukan keraguan.
Pasti benar, pasti dari Alloh, pasti nyata.
ذَ ٰلِكَ ٱلۡكِتَـٰبُ لَا رَیۡبَۛ فِیهِۛ هُدࣰى لِّلۡمُتَّقِینَ
[QS. Al-Baqarah : 2]
“Itu kitab (Al Qur’an) tiada keraguan sama sekali didalamnya, sebagai petunjuk bagi (siapa saja) yang ingin belajar Taqwa”.
Bukan dari ragu dulu namun langsung yakin. Begitu sayangnya Alloh kepada manusia sehingga hidup didunianya dibimbing melalui pedoman keyakinan yang mantap bukan kekhawatiran, keragu-raguan, ketidak pastian, namun kemapanan cara berfikir sehingga hatinya tenang, damai.
Hadirin rohimakunulloh.
Alloh SWT berfirman ;
الۤرۚ تِلۡكَ ءَایَـٰتُ ٱلۡكِتَـٰبِ ٱلۡمُبِینِ,
إِنَّاۤ أَنزَلۡنَـٰهُ قُرۡءَ ٰ نًا عَرَبِیࣰّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ
“Alif laam raa’ ; ini adalah ayat-ayat Al-
Qur’an yang sangat jelas,
Kami (sungguh) telah menurunkannya (Al Qur’an) dalam bahasa arab agar kalian mengerti”
[QS. Yusuf : 1-2]
Al Qur’an diturunkan oleh Alloh SWT dalam bahasa Arab, maka kita belajar Arab dari semua aspek, baca, tulis dan terjemah kemudian cara amalnya. Sudah sewajarnya Al-Qur’an menjadi pedoman. Untuk itu kita baca Al-Qur’an sebagai bacaan harian, kita belajar menulis Arab dan yang paling penting kita belajar terjemah Al-Qur’an dan mencari cara agar selama hidup didunia bisa mengamalkan isinya Al-Qur’an. Al-Qur’an harus digurukan agar menjadi petunjuk.
Hadirin rohimakumulloh.
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ أَخْلَاقُهُ أَلْقُرْأٰنُ
“Rosul Muhammad SAW akhklaknya adalah Al Qur’an”.
[Al Hadits]
Kita yakini bahwa Rosululloh berakhklak bersesuaian dengan Al Qur’an. Maka dari itu kita berusaha meniru mencontoh akhklak beliau melalui memahami kandungan isinya Al Qur’an dengan berusaha kuat belajar Al Qur’an.
Firman Alloh ;
{ الۤمۤ }
[QS. Al-Baqarah: 1]
Yang tahu maksudnya hanyalah Alloh, Nabi dan Ulama’. Meskipun kurang paham maksudnya tetap kita baca sebab membacanya sudah kebaikan, dan kita berusaha belajar memahami melalui berguru kepada Ulama’. Alif Lam Mim juga merupakan sindiran bahwa Al Qur’an hanya bisa dipahami melalui belajar tata
bahasa Arab, untuk itu kita belajar cara mengartikan, menterjemahkan sesuai dengan kaidah Nahwu dan Shorof agar sesuai maksud Alloh SWT.
Pada akhirnya melalui momentum Nuzulul Qur’an dibulan Ramadhan ini kita cintakan hati kita kepada Al Qur’an, kita jadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup selama didunia, kita berjuang mengajarkan dan menyebarkan Al Qur’an sehingga akhirat surga selamanya.
Alloohumma aamiin.
والله الموفق إلى أقوم الطريق
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
ُ
Ditulis oleh ;
Ust. Ahmad Anam, CHt.
Ketua Lembaga Dakwah PCNU Ngawi
